Ternate, Lentera Inspiratif.com
Sejumlah sekolah dasar (SD) yang berada di Kota Ternate, Maluku Utara belum menerapkan sistem pendidikan kurikulum 2013 atau yang dikenal dengan K13. Padahal, K13 merupakan pengganti kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Otomatis, atas perubahan peraturan kurikulum yang baru, seharusnya pihak sekolah menerapkannya. Namun, hal ini bertolak belakang dengan kondisi beberapa sekolah dasar yang ada di Kota Ternate. Tak ayal, melihat adanya kondisi itu, mematik reaksi dari lembaga pengawasan pengembangan pendidikan maluku utara (LP3 – Malut).
Disinyalir, kepala dinas pendidikan kota Ternate, diduga tak paham aturan terkait masih berlakunya kurikulum yang lama. Tak hanya itu, dinas pendidikan juga diduga tak pernah melakukan pembinaan di sekolah, khususnya sekolah dasar. Hal ini seperti yang dikatakan oleh Budi Sanif, salah satu anggota LP3 – Malut.
"Dinas Pendidikan tidak paham dengan nomeklatur yang dimaksud. Ataukah hanya pura – pura, "ujarnya, saat dikonfirmasi pada, Rabu (18/04/2018).
Hal yang senada juga diungkapkan oleh Nurlela Syarif, salah satu anggota DPRD Kota Ternate, bahwa di Kota Ternate diketahui ada 83 sekolah dasar. Tapi, dari total 83 sekolah dasar, hanya ada 8 sekolah dasar yang belum menerapkan sistem kurikulum K13. Sedangkan, untuk 75 sekolah dasar lainnya sudah menerapkan kurikulum tersebut.
"Jadi kalau mengacu pada Permendikbud 20 – 23 tentang kurikulum K13 memang implementasi dan penerapannya harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang- undangan. Untuk klasifikasi sekolah dasar ( SD ) penerapan dari kelas 1, dan kalaupun ada informasi banyak sekolah SD yang belum diterapkan sangat di sayangkan, dan harus menjadi evaluasi Diknas Kota, "tegasnya.
Disinggung soal penerapan K13, Nurlela mengatakan, memang dirinya sudah sering mendapat laporan terkait hal itu. Ironisnya, ada beberapa SD yang hanya menerapkan K13 di kelas tertentu saja. Jadi, tidak semua kelas menerapkan K13 dalam satu sekolah.
"Ini akan merugikan siswa, dan terkait problemnya perlu dicari tahu. Karena apakah persoalannya ketidaksiapan SDM guru yang belum mampu mengimplementasikan kurikulum ini, atau problem lainnya, "bebernya.
Nurlela menambahkan, dirinya berharap ini menjadi perhatian serius oleh Kepala Dinas pendidikan dan seluruh jajaranya. Karena persoalan pendidikan di Kota Ternate sangat kompleks. Akan tetapi, hal ini jangan dijadikan sebuah alasan.
"Saya berharap, keseriusan dari pihak Diknas. Agar semua sekolah menerapkan kurikulum yang sudah ditentukan, "pungkasnya. (alif)







