
TERNATE – Kini kondisi internal PDAM Kota Ternate sedang tidak kondusif lagi. Pasalnya, sejumlah kepala bagian memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatan mereka, Senin (23/9/2019).
Hal ini disampaikan oleh Kepala Bagian (Kabag) Administrasi dan Keuangan PDAM Kota Ternate, Mirzan kepada LenteraInspiratif.com saat di temui di Kantor PDAM Kota Ternate, mengatakan, masalah untuk pengunduran diri itu sudah pasti, dan bahkan dirinya sudah mengajukan surat permohonan undur diri dari Kepala Bagian Administrasi dari jabatannya.
“Selain saya masih ada beberapa orang juga memiliki hal yang sama untuk mengundurkan diri, “ungkapnya.
Lanjut, Mirzan, pengunduran dirinya ini bukan karena ada musuh atau lawan. Tapi, itu inisiatifnya sendiri untuk melepaskan jabatannya. Serta, ia ingin menjadi pegawas biasa saja, pelaksana atau apa saja yang penting ia bekerja.
“Satu hal yang harus diketahui bahwa surat pengunduran diri saya berikan pads, Senin 16 September 2019 beberapa hari kemarin, “terangnya.
Sementara itu, Rita Wahyuni, Kepala Seksi Umum saat di temui dalam ruangannya mengatakan, kita ini pegawai PDAM, ketika pergantian Direktur baru, kami juga ikut membantu bekerja dengan Direktur untuk kemajuan PDAM ke depan, yang pastinya kami loyal pada pimpinan yang baru, karena kami ini pegawai murni sudah bekerja selama 27 tahun.
“Saya punya sikap tetap mengundurkan diri dari Kabid dengan alasan tidak nyaman lagi, kami ini hanya cari kenyaman dan keharminonisan dalam bekerja, jadi kebijakan apa saja yang di ambil itu harus sesuai aturan, “jelas Rita.
Lanjut, Rita bahwa saya dan beberapa teman sudah mundur dari jabatan, sekitar 6 orang di antaranya, Kabag Administrasi dan Keuangan, Kabag Teknik, Kasie umum, Kasie keuangan, Kasie Perlengkapan Teknik dan Kasub Pembukuan, “jelasnya
Harapanya semoga masalah ini cepat selesai supaya kita fokus bekerja lagi, yang pastinya kita tetap loyal terhadap pimpinan, kitakan bawahan, “Ucapnya Rita Wahyuni.
Alasanya tidak nyaman lagi dalam bekerja dan ketika kami melaporkan hal yang sepela, Pak Direktur mengangap kami tidak sopan, sehingga pak Direktur katakan kalau tidak puas silahkan mundur, “terang Mirzan.
Menurutnya, masalah yang lain juga terkadang Pak Direktur menduga kami orangnya Direktur lama, jadi hal ini masih di bawah-bawah.
Terpisah, Direktur PDAM Kota Ternate, Abdul Ghani Hatari kepada awak media mengatakan bahwa pengunduran diri itu baru dua pegawai, masing-masing Novri Gimon sama Mirsya Hi. Hasyim, itu pegawai teknik dan administrasi,”Ungkapnya.
“Sementara yang kasih masuk pernyataan itu, saya sampai detik ini saya belum baca mereka punya sikap pernyataan pengunduran diri dengan surat itu,” katanya
Lanjut, Ghani bahwa hanya terima mab dan taruh diatas meja didalam ruangan begitu, nanti sebentar saya masuk baru baca dia pe isi surat itu. Dan saya belum memiliki tindakan apa-apa, karena ini menyangkut dengan perusahaan, “katanya.
Ghani menjelaskan saya masih kasih waktu. Tidak bisa langsung ambil tindakan pengunduran diri. Nah, tugas dan tanggungjawab yang mereka beban itu sudah sampai sejauh mana kira-kira. Jangan hanya undur diri torang langsung setujuh, khawatirnya jangan sampai terjadi apa-apa, “terangnya.
Sementara mereka sudah ada disini, jadi kita kasih tinggal dulu, untuk mau cari tau hal-hal yang seperti itu. Secara manusiawi saya tetap panggil mereka. Cuman kalau pengunduran diri itu, hak pribadi yang luar biasa yang tidak bisa dicampur oleh siapapun. Tapi, kalau sudah panggil, tapi kalau tidak mau datang lagi, itu hak terakhir sudah itu.
Ghani mengataka Kalau mereka tidak mau lalu kita paksakan hal yang tidak mungkin, tapi secara manusia dengan permintaan karyawan saya akan laksanakan itu dulu secara manusiawi.
Dengan suasana yang ada ini, mungkin saya belum bisa panggil, apalagi dengan keadaan yang ada ini, siapa saja punya hati, tidak akan terima itu, kasih tunggu sedikit dulu supaya dia dingin baru saya panggil, kata Pak Dir dengan senyum.
Menurutnya, Kalau misalnya saya panggil mereka, lalu mereka tidak mau, itu saya sudah tidak campur lagi. Apalagi dengan keadaan sekarang, saya masih berpikir hal yang banyak diluar sana lagi. Jadi kalau panggilannya tidak direspon, maka kami akan ganti, kalau tidak kan akan berpengaruh pada yang dibawah.
Untuk yang mau ganti saya belm bisa berpikir sampai di tingkat itu, kan masalahnya baru terjadi. Jadi, jangan dulu berpikir di situ, pungkasnya.
Saya tidak mengatakan bahwa mereka undur, hanya saja mereka punya surat itu, tapi saya belum lihat suratnya. Untuk masalah pengunduran diri itu, bukan saya yang bilang, “haram mulu malele, kalau saya bilang”, katanya (atir)






