Lentera Inspiratif, Mojokerto-Ramadan adalah waktu bagi orang-orang Muslim untuk meningkatkan ibadah sekaligus menjaga kesehatan fisik. Meski sedang berpuasa sepanjang hari, melakukan aktivitas fisik tetap dianjurkan selama cara yang dilakukan tepat dan tidak berlebihan. Salah satu waktu yang paling baik untuk berolahraga adalah sebelum berbuka puasa.
Olahraga ringan selama 30 hingga 60 menit sebelum waktu Maghrib bisa membantu menjaga kebugaran tubuh tanpa membuat tubuh terlalu lelah. Selain itu, karena waktu berbuka cukup dekat, tubuh bisa cepat mendapat minum dan tenaga setelah beraktivitas.
Namun, olahraga yang dipilih harus sesuai dengan kondisi tubuh agar tidak menyebabkan kelelahan atau dehidrasi. Berikut lima jenis olahraga ringan yang tepat untuk dilakukan sebelum berbuka puasa:
1. Jalan Santai
Jalan santai merupakan pilihan yang paling aman dan mudah dilakukan. Aktivitas ini bisa membantu mengalirkan darah lebih lancar dan menjaga daya tahan tubuh tanpa membuat energi terbuang terlalu banyak. Dapat dilakukan selama 20 hingga 30 menit dengan kecepatan yang tidak terlalu cepat di sekitar rumah atau taman.
2. Peregangan atau Stretching
Olahraga yang sangat bagus untuk mengurangi kekakuan otot setelah beraktifitas sepanjang hari. Gerakan-gerakan sederhana seperti memutar bahu, menunduk, atau meregangkan kaki bisa membantu menjaga tubuh tetap fleksibel. Durasi 10–15 menit sudah cukup untuk menjaga tubuh tetap aktif.
3. Yoga Ringan
Menggunakan gerakan dasar dan perhatian pada napas bisa membuat tubuh lebih tenang dan rileks. Selain membuat tubuh lebih fleksibel, yoga juga bisa bantu kurangi stres dan membuat tubuh lebih siap saat datang waktu berbuka.
4. Bersepeda Santai
Bersepeda adalah pilihan olahraga yang menyenangkan dengan intensitas yang tidak terlalu keras. Aktivitas ini berguna untuk menjaga kesehatan jantung dan juga memperkuat otot kaki. Dianjurkan bersepeda tidak lebih dari 30 menit dan menghindari cuaca yang terlalu panas.
5. Bulu Tangkis
Cocok bagi kamu yang ingin aktivitas yang lebih dinamis. Namun, permainan sebaiknya tidak terlalu kompetitif agar tidak membuat orang merasa terlalu lelah.
Masyarakat diimbau untuk menghindari jenis olahraga yang terlalu keras, seperti lari jarak jauh atau latihan berat, karena bisa menyebabkan dehidrasi. Jika ada gejala seperti pusing, lemah, atau mual, sebaiknya berhenti melakukan aktivitas tersebut.
Selain itu, perlu diperhatikan kondisi tubuh secara berkala. Jika terasa pusing, mual, atau terlalu lemas, segera berhenti melakukan aktivitas tersebut. Saat berbuka, sebaiknya minum air putih dan makanan manis alami seperti kurma agar energi tubuh pulih secara perlahan.
Pilihlah jenis olahraga yang ringan dan batasi durasinya agar kesehatan tubuh tetap terjaga selama bulan Ramadan, tanpa mengganggu ibadah puasa.













