Lentera Inspiratif, Mojokerto- Malam Kedua Tarawih: Benarkah Dosa Diampuni hingga Kedua Orang Tua?
Bulan Ramadan selalu membawa suasana spiritual yang unik bagi umat Islam. Salah satu ibadah yang sangat dinanti adalah salat Tarawih. Di tengah semangat melaksanakan ibadah malam ini, terdapat sebuah keutamaan yang menyatakan bahwa “pada malam ke-2, orang yang melaksanakan salat Tarawih akan diampuni dosanya serta dosa kedua orang tuanya jika keduanya adalah mukmin.” Lalu, bagaimana penjelasan dan sumbernya?
Asal-Usul Riwayat Keutamaan 30 Malam Tarawih
Riwayat mengenai keutamaan khusus setiap malam Tarawih, termasuk malam kedua, banyak ditemukan dalam kitab-kitab fadhail (keutamaan amal). Salah satu yang sering dirujuk adalah kitab Durratun Nasihin karya Syekh Utsman bin Hasan al-Khaubawi. Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa pada malam kedua Ramadan, Allah mengampuni dosa orang yang melaksanakan Tarawih serta dosa kedua orang tuanya jika keduanya beriman.
Namun demikian, para ulama ahli hadis memberikan catatan penting terhadap riwayat mengenai keutamaan 30 malam Tarawih ini. Imam Ibnul Jauzi dalam kitab Al-Maudhu’at serta Imam As-Suyuthi menjelaskan bahwa sebagian besar hadis yang merinci keutamaan setiap malam Tarawih adalah hadis dhaif (lemah), bahkan ada yang dianggap maudhu’ (palsu).
Pendapat serupa juga diungkapkan oleh Syekh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin yang menegaskan bahwa hadis mengenai keutamaan khusus setiap malam Tarawih tidak memiliki sanad yang sahih dari Nabi Muhammad ﷺ.
Dalil Umum tentang Ampunan di Bulan Ramadan
Meskipun riwayat khusus malam kedua dianggap lemah, terdapat hadis sahih yang menjelaskan keutamaan umum salat malam di bulan Ramadan. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa yang melaksanakan qiyam Ramadan (salat malam di bulan Ramadan) karena iman dan mengharapkan pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menjadi dasar yang kuat bahwa salat Tarawih sebagai bagian dari qiyam Ramadan memiliki keutamaan berupa ampunan dosa, meskipun tidak dijelaskan secara rinci per malam.
Memahami dengan Bijak
Sebagai umat Islam, penting untuk memahami bahwa semangat beribadah di bulan Ramadan tidak hanya bergantung pada janji keutamaan tertentu setiap malam. Meskipun riwayat tentang malam kedua Tarawih menyebutkan ampunan bagi diri sendiri dan kedua orang tua yang mukmin, para ulama mengingatkan agar tidak meyakini secara pasti riwayat yang tidak memiliki dasar hadis sahih.
Namun demikian, berdoa agar kedua orang tua diampuni dosanya tetaplah amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Allah SWT sendiri memerintahkan dalam Al-Qur’an agar seorang anak mendoakan kedua orang tuanya.













