BeritaPeristiwa

Tuduhan Pelecehan Terhadap Penjual Es Dawet di Jetis Mojokerto Terbukti Tidak Benar, Pihak Penuduh Minta Maaf

oppo_0

Lentera Inspiratif, Mojokerto – Tuduhan pelecehan terhadap Slamet Riyadi (61), penjual es dawet di Desa Jetis, Kecamatan Jetis, Mojokerto, yang sempat viral di media sosial, akhirnya terbukti tidak benar. Pihak yang sempat menuduh Slamet melakukan pelecehan telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

 

Peristiwa bermula saat Slamet membantu seorang siswi SD menyeberang jalan raya di depan Lapangan Desa Jetis pada Kamis (5/2/2026). Aksi tersebut kemudian disalah gunakan sebagai tindakan pelecehan.

 

Pada malam hari, Slamet didampingi anak dan cucunya mendatangi rumah orang tua siswi. Pertemuan yang di datangi ketua RT setempat mengungkap bahwa tidak ditemukan unsur pelecehan seperti yang dituduhkan sebelumnya.

 

Keesokan harinya, Jum’at (6/2/2026), ibu siswi bersama NV kembali mendatangi lapak Slamet untuk melakukan klarifikasi dan menyampaikan permintaan maaf secara langsung. Klarifikasi tersebut direkam dan diunggah kembali melalui akun Facebook yang sama.

 

Cucu Slamet menyebut klarifikasi itu dilakukan untuk memulihkan nama baik kakeknya yang sempat tercemar akibat tuduhan yang beredar di media sosial.

 

“Saat klarifikasi juga ada pedagang kue yang biasa berjualan di sini. Ia bersedia menjadi saksi bahwa kakek saya memang sering membantu anak-anak menyeberang jalan dan tidak memiliki niat buruk,” ujarnya.

 

Dengan adanya klarifikasi tersebut, keluarga berharap masyarakat tidak lagi menyebarkan video tuduhan awal dan lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial. (Nva)

Exit mobile version