Lentera Inspiratif, Mojokerto- Ramadan menjadi bulan istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah, termasuk melaksanakan salat Tarawih. Pada malam ke-14, disebutkan bahwa orang yang menunaikan salat Tarawih akan mendapatkan keutamaan berupa para malaikat menjadi saksi atas ibadahnya dan ia dibebaskan dari hisab yang berat di hari kiamat.
Keutamaan ini banyak dinukil dalam berbagai kitab yang membahas fadilah Ramadan, di antaranya disebutkan dalam kitab Durratun Nasihin karya Syekh Utsman bin Hasan al-Khaubawi. Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa setiap malam Ramadan memiliki keutamaan tersendiri bagi orang-orang yang menghidupkannya dengan salat Tarawih dan ibadah lainnya.
Meski demikian, para ulama menjelaskan bahwa hadis-hadis tentang keutamaan khusus setiap malam Tarawih sebagian besar berstatus lemah (daif). Namun, semangat untuk memperbanyak ibadah di bulan Ramadan tetap memiliki dasar yang kuat dalam hadis sahih. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa yang menegakkan (qiyam) Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Muhammad al-Bukhari dan Muslim bin al-Hajjaj)
Hadis sahih ini menjadi landasan utama anjuran salat Tarawih sepanjang bulan Ramadan tanpa membedakan malam tertentu. Dengan demikian, meskipun riwayat tentang malam ke-14 tidak semuanya berkategori kuat, nilai ibadah Tarawih secara umum tetap sangat besar di sisi Allah SWT.
Malam ke-14 menjadi momentum untuk semakin meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak doa, dan memperkuat harapan agar termasuk golongan yang diringankan hisabnya di akhirat kelak.
Yulia Lauranza











