Foto : kasman hi ahmad, saat orasi politik dikampanye mk – maju
Ternate, Lentera Inspiratif.com
Muhammad Kasuba, calon gubernur Maluku Utara periode 2018 – 2023 merupakan pemimpin yang mempunyai segudang prestasi. Buktinya, dalam memimpin Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) selama dua periode,ia mampu menciptakan terobosan untuk memerangi penyakit malaria di Maluku Utara,khususnya di Kabupaten Halsel dengan mendirikan gedung malaria center. Bukan sekedar dari itu, Muhammad Kasuba juga menggratiskan biaya pendidikan dan kesehatan yang ada. Ditambah pula, selama kepemimpinan Muhammad Kasuba menjadi Bupati Halsel dua periode,ia mampu mengangkat pegawai tidak tetap (PTT) sebanyak 6ribu orang. Sehingga, ia merupakan sosok pemimpin yang berprestasi dan visioner. Hal demikian seperti yang ditegaskan oleh Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Maluku Utara,Dr. Kasman Hi Ahmad.
“Muhammad Kasuba mampu membuat perubahan yang lebih baik untuk Halsel. Sedangkan untuk Abdul Madjid Husen merupakan orang yang menjabat Sekretaris Daerah selama 3 periode dan di tempat yang berbeda. Jadi, pasangan Muhammad Kasuba dan Abdul Madjid Husen (MK – Maju) merupkan duet yang ideal,”tegas Kasman,pada Selasa (20/03/2018) malam hari, saat kampanye di Kelurahan Kalumpang, Kecamatan Ternate Tengah,Kota Ternate.
Namun hal yang sama juga ditegaskan oleh Ridwan Husen, Ketua Tim Pemenangan MK – Maju, bahwa MK – Maju adalah calon gubernur dan wakil gubernur Maluku Utara yang mampu dalam mengatasi persoalan yang ada di Maluku Utara. Karena keduanya merupakan orang yang cukup berhasil dalam bidang pemerintahan maupun birokrasi. Jadi,masyarakat Maluku Utara, khususnya Kota Ternate jangan sampai salah memilih pemimpin. Sebab, jika salah memilih seorang pemimpim,otomatis masyrakat akan jauh dari kata perubahan, apalagi kesejahteraan yang diingkannya.
“Kita harus pilih pemimpin yang kuat fisiknya, kuat otaknya serta kuat menjalankan amanah. Jadi, jangan lagi salah menentukan pilihan, maka pilihlah nomor urut 4, MK – Maju, merupakan pemimpin yang berprestasi bukan berperistiwa,”himbau Ridwan Husen. (alif)