Jawa Timur, LenteraInspiratif.id – Pergerakan harga bahan pokok di Provinsi Jawa Timur pada Senin, 9 Februari 2026, menunjukkan fluktuasi cukup tajam. Sejumlah komoditas utama mengalami kenaikan signifikan, sementara beberapa lainnya justru mengalami penurunan cukup dalam di tingkat konsumen.
Berdasarkan data harga rata-rata provinsi, beras kembali mengalami kenaikan. Beras premium naik Rp267 atau 1,80 persen menjadi Rp15.106 per kilogram. Sementara beras medium turut meningkat Rp130 atau 1,01 persen ke angka Rp13.016 per kilogram. Kenaikan ini menjadi perhatian karena beras merupakan komoditas utama rumah tangga.
Pada komoditas minyak goreng, kenaikan paling mencolok terjadi pada minyak goreng kemasan premium yang melonjak Rp1.136 atau 5,59 persen menjadi Rp21.433 per liter. Minyak goreng curah juga naik Rp299 menjadi Rp19.116 per kilogram. Di sisi lain, MINYAKITA justru turun 1,79 persen, sementara minyak goreng kemasan sederhana turun 2,52 persen.
Harga daging sapi paha belakang tercatat naik Rp1.839 atau 1,53 persen menjadi Rp121.666 per kilogram. Daging ayam kampung mengalami lonjakan cukup tinggi, naik Rp4.422 atau 6,40 persen menjadi Rp73.555 per ekor. Sebaliknya, daging ayam ras turun 1,86 persen.
Pada kelompok telur, harga telur ayam ras naik tipis 1,27 persen, sementara telur ayam kampung justru anjlok tajam hingga 13,03 persen, turun ke angka Rp40.000 per kilogram.
Kenaikan ekstrem terjadi pada garam beryodium bata yang melonjak 140,12 persen, dari Rp1.768 menjadi Rp4.245 per buah. Garam halus juga naik 5,53 persen. Selain itu, tepung terigu protein sedang naik hampir 10 persen, sedangkan kedelai lokal melonjak tajam 19,84 persen, menjadi Rp15.600 per kilogram.
Sementara itu, harga cabai relatif menurun. Cabai merah besar dan cabai merah keriting masing-masing turun lebih dari 3 persen, sedangkan cabai rawit merah relatif stabil. Bawang merah turun 2,18 persen, sementara bawang putih naik tipis.
Di sektor sayur mayur, kol/kubis naik tajam 13,57 persen, sementara tomat merah turun drastis 12,52 persen. Pada komoditas ikan segar, ikan tuna dan ikan cakalang mencatat kenaikan signifikan di atas 7 persen.
Secara umum, volatilitas harga pangan Jawa Timur pada awal pekan ini menunjukkan tekanan pada daya beli masyarakat, terutama akibat kenaikan beras, minyak goreng, dan daging, meski beberapa komoditas hortikultura mulai mengalami penurunan harga.









