Daerah

Menyambut Malam Lailatul Qadar, Himpunan Mahasiswa Joubela nyalakan 1001 Obor ‘Ela-Ela’

Morotai Lentera Inspiratif.com
Himpunan Mahasiswa Joubela (HMJou) Desa Joubela, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara, beserta Pemuda Desa Joubela menyambut Malam Lailatul Qadar yang mulai dilaksanakan pada senin 11- 14 Juni 2018 dengan menyalakan 1001 Obor ‘Ela-Ela’ di depan halaman rumah masyarakat masing-masing.
Tradisi menyalakan Obor ‘Ela-Ela’ ini hampir dibuat oleh seluruh masyarakat muslim di Maluku Utara umumnya dan Morotai khusunya. Dengan harapan mendatangkan rahmat dimalam kemuliaan Lailatul Qadar yang lebih mulia dari pada seribu bulan.
Saat ditemui awak media, Ketua Himpunan Mahasiswa Joubela Saudar Hendera Alim mengatakan ” ‘Mari kase tarang kampong’adalah tema yg sengaja di angkat oleh Himpunan mahasiswa Joubela (HMjou) dan pemuda Joubela pada saat menyambut malam lailatul kadar dengan membuat 1001 ela ela.
Kegiatan ini sengaja dibuat guna untuk mempercantik desa di malam hari degan ela-ela di setiap sudut desa degan berbagai macam bentuk obor ela-ela dan kembang api.
“Pembakaran obor ela-ela mengajak kita bernostalgia di masa kanak kanak tentang makna dan keseruan menjemput malam laila tulkadar”.
Alhamdulillah tema yang sengaja di gagas ini mendapatkan respon dari pemerintah desa maupun masyarakat dengan sangat baik dan juga partisipasi dari masyarakat desa joubela pada saat pembuatan 1001 ela-ela.
“kegiatan ini  sudah menjadi kegiatan tahunan di desa joubela, guna untuk menyadarkan generasi muda akan pentingnya makna dari malam ela-ela itu sendri” tuturnya.
Terpisah, Saudar Arfun Sarmbae selaku Pemuda Desa Joubela dan Pengurus HMJou mengatakan “Persiapan pembuatan yang di lakukan mahasiswa dan pemuda selama 3 hari dan di lakukan full dari pagi sampai malam dan alhamdulillah respon pemerintah desa sangat mendukung 100% terutama kepala desa selaku orang no 1 di desa juga mengatakan ini adalah tugas dari mahasiswa setelah libur kuliah dan pulang di kampung harus siapkan konsep untuk di aplikasikan bersama-sama pemuda di desa dan juga masarakat sangat baik malahan sebagian masyarakat mengatakan degan adanya kegiatan ini sedikit membantu mereka dalam mempersiapkan menjemput malam lailatul qadar.
kendala dalam kegiatan ‘Mari kase tarang kampong’ mungkin hanya tenaga. karena ada sebagian mahasiswa yang masih di luar daerah dan juga sebagian pemuda yg ada sibuk sehingga belum bisa bergabung” tutupnya. (Man).
Exit mobile version