Lentera Inspiratif, Mojokerto- Shalat Tarawih merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan selama bulan Ramadhan. Setiap malamnya diyakini memiliki keutamaan tersendiri. Pada malam kedelapan, disebutkan bahwa Allah SWT memberikan anugerah sebagaimana anugerah yang telah diberikan kepada Nabi Ibrahim AS.
Dalam sejumlah kitab klasik yang membahas fadhilah Ramadhan, seperti Durratun Nashihin karya Syaikh Utsman bin Hasan al-Khaubawi, disebutkan bahwa orang yang melaksanakan shalat Tarawih pada malam kedelapan akan memperoleh anugerah yang besar dari Allah SWT, sebagaimana anugerah yang diberikan kepada Nabi Ibrahim AS.
Nabi Ibrahim AS dikenal sebagai Khalilullah (kekasih Allah), gelar istimewa yang menunjukkan kedekatan dan kecintaan Allah kepadanya. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an Surah An-Nisa ayat 125, bahwa Allah menjadikan Ibrahim sebagai kekasih-Nya. Anugerah yang diberikan kepada beliau meliputi keteguhan iman, keselamatan dari api, keturunan yang saleh, serta kedudukan mulia di sisi Allah.
Bulan Ramadhan sendiri memiliki dasar keutamaan yang kuat dalam hadis sahih. Dalam riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim disebutkan:
“Barang siapa melaksanakan qiyam Ramadhan (shalat malam di bulan Ramadhan) karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis ini menjadi landasan utama keutamaan shalat Tarawih secara umum. Sementara penjelasan tentang keutamaan tiap malam, termasuk malam kedelapan, banyak dinukil dalam kitab-kitab fadhail yang bertujuan memotivasi umat untuk semakin giat beribadah.
Meski demikian, para ulama mengingatkan agar umat Islam tetap menjadikan hadis-hadis sahih sebagai pegangan utama, dan memahami riwayat keutamaan per malam sebagai dorongan spiritual untuk meningkatkan kualitas ibadah.
Dengan melaksanakan shalat Tarawih malam kedelapan, umat Islam diharapkan dapat meneladani keteguhan iman Nabi Ibrahim AS teguh dalam ketaatan, sabar dalam ujian, dan sepenuhnya berserah diri kepada Allah SWT.
Yulia Lauranza
Keutamaan Shalat Tarawih Malam ke-8: Anugerah Istimewa Seperti yang Diterima Nabi Ibrahim AS
Shalat Tarawih merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan selama bulan Ramadhan. Setiap malamnya diyakini memiliki keutamaan tersendiri. Pada malam kedelapan, disebutkan bahwa Allah SWT memberikan anugerah sebagaimana anugerah yang telah diberikan kepada Nabi Ibrahim AS.
Dalam sejumlah kitab klasik yang membahas fadhilah Ramadhan, seperti Durratun Nashihin karya Syaikh Utsman bin Hasan al-Khaubawi, disebutkan bahwa orang yang melaksanakan shalat Tarawih pada malam kedelapan akan memperoleh anugerah yang besar dari Allah SWT, sebagaimana anugerah yang diberikan kepada Nabi Ibrahim AS.
Nabi Ibrahim AS dikenal sebagai Khalilullah (kekasih Allah), gelar istimewa yang menunjukkan kedekatan dan kecintaan Allah kepadanya. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an Surah An-Nisa ayat 125, bahwa Allah menjadikan Ibrahim sebagai kekasih-Nya. Anugerah yang diberikan kepada beliau meliputi keteguhan iman, keselamatan dari api, keturunan yang saleh, serta kedudukan mulia di sisi Allah.
Bulan Ramadhan sendiri memiliki dasar keutamaan yang kuat dalam hadis sahih. Dalam riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim disebutkan:
“Barang siapa melaksanakan qiyam Ramadhan (shalat malam di bulan Ramadhan) karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis ini menjadi landasan utama keutamaan shalat Tarawih secara umum. Sementara penjelasan tentang keutamaan tiap malam, termasuk malam kedelapan, banyak dinukil dalam kitab-kitab fadhail yang bertujuan memotivasi umat untuk semakin giat beribadah.
Meski demikian, para ulama mengingatkan agar umat Islam tetap menjadikan hadis-hadis sahih sebagai pegangan utama, dan memahami riwayat keutamaan per malam sebagai dorongan spiritual untuk meningkatkan kualitas ibadah.
Dengan melaksanakan shalat Tarawih malam kedelapan, umat Islam diharapkan dapat meneladani keteguhan iman Nabi Ibrahim AS teguh dalam ketaatan, sabar dalam ujian, dan sepenuhnya berserah diri kepada Allah SWT.
Yulia Lauranza











