Malang, Lentera Inspiratif.com
Hari Sudarwanto, merupakan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang melakukan serangan bom di Surabaya. Hari, terduga teroris yang ditembak mati oleh Densus 88 antiteror, meupakan salah satu orang yang diduga penyuplai bahan kimia untuk bom.
Diketahui, Hari Sudarwanto, yang tinggal di Perumahan Bukit Singosari Raya, Candirenggo, Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, diduga merupakan anggota jaringan Budi Satrijo.
Budi Satrijo yang terlebih dulu ditembak mati oleh Densus 88 di Perumahan Puri Maharani Blok A-3 Nomor 41, Desa Masangan Wetan, Sukodono, Kabupaten Sidorajo, pada (14/05/2018) merupakan peracik bom. Sedangkan pada, (16/05/2018), Hari Sudarwanto ditembak mati oleh Densus 88, didepan rumah tak berpenghuni di Jalan Avia, Kompleks Perumahan AURI, Kelurahan Lemahputro, Sidorajo.
Hubungan keduanya cukup dekat. Karena Budi merupakan kakak ipar Hari, yang kesehariannya berjualan buku dan lembar kerja sekolah.
Sementara itu, saat dikonfirmasi pada, Jumat (18/05/2018), Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung membenarkan soal penangkapan Hari di Sidoarjo oleh Densus 88.
"Dia warga Candirenggo, namun ditangkap di Sidoarjo,"pungkasnya.
Sebanyak 20 personil Densus 88 dari Baintelkan Mabes Polri dan jajaran Polres Malang, melakukan penggeledahan dikediaman Hari. Namun, penggeledahan itu dilakukan seusai buka puasa. Dalam penggeledahan itu, dipimpin langsung oleh ketua Tim Densus 88 Mabes Polri, Kombes Viktor Alexander.
Penggeledahan itu, petugas menemukan sejumlah barang bukti berupa, satu unit CPU, dua buah buku harian, buku data alumni SMPN 6 Surabaya angkatan 1982, satu lembar surat pemberitahuan nomor induk kependudukan atas nama Hari Sudarwanto, satu lembar surat tanda tamat belajar SD, akta kelahiran, tanda tamat SMP, dua dus HP merek Asus, dan satu CD foto.
Namun, saat berlangsungnya penggeledahan dari awal sampai akhir, tak ada satu pun petugas yang memberikan keterangan. Sementara untuk penangkapan Hari Sudarwanto, menghebohkan warga. Karena warga tak percaya, Hari Sudarwanto, bisa terlibat jaringan teroris, dan dirinya ditembak mati oleh Densus 88 Antiteror. (her)






