
HALSEL – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 21 Halmahera Selatan (Halsel), yang berada di Desa Bajo, Kecamatan Botang Lomang (KBL), adalah salah satu SMA yang berada di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, yang telah mengalami perubahan dengan baik, dari segi sarana dan prasarana maupun tenaga pengajar. Buktinya, sejak SMAN 21 Halsel dibawah kepemimpinan Ruslan Siwan, sebagai Kepala Sekolah SMAN 21 Halsel, sekolah mulai dapat bantuan DAK tahun 2017, berupa rehabilitasi ruang belajar 2 unit. Selanjutnya untuk DAK tahun 2018, dapat alokasi bantuan berupa rumah guru 3 unit, jamban siswa 2 unit, serta laboratorium biologi beserta peralatannnya.
“Untuk 2019 tahun ini, saya sudah menandatangani MOU DAK, yakni 1 unit laboratorium IPA, 1 unit Ruang Kelas Belajar, dan 3 unit rehabilitasi, “kata Ruslan Siwan, saat ditemui oleh awak media lenterainspiratif.com, Sabtu (29/6/2019).
Ruslan menjelaskan, awalnya ketika dirinya baru menjabat Kepala Sekolah pada tanggal 30 Maret 2017, kondisi sekolah dibidang sarana dan prasarana masih kurang memadai. Hal itu dibuktikan dengan 6 ruang belajar kategori rusak dan 4 ruang belajar kategori baik. Sedangkan untuk ruang perpustakan rusak sedang, ditambah dengan kondisi buku tidak ada. Sementara untuk komputer, laptop dan infokus dalam kategori rusak tidak bisa digunakan. Selain itu, bidang akademik masih menggunakan kurikulum KTSP 2006. Belum lagi, kondisi guru atau tenaga pengajar belum memadai atau belum miliki guru mata pelajaran seperti, guru Matematika, Biologi, Sosiologi dan Fisika. Sehingga guru harus merangkap beberapa mata pelajaran.
“Kalau boleh dibilang lonjakan prestasi yg paling signifikan yakni bidang sarana dan prasarana. Selain itu, kita suda memiliki 21 unit komputer disertasi server persiapan UNBK tahun 2020, 6 buah laptop yang berikan kepada para guru dan 6 buah proyektor. Untuk bidang akademik tahun pelajaran 2018/2019, untuk pertama kalinya kita menggunakan kurikulum 2013. Atas capaian itu, berdampak pula peningkatan kompetensi siswa diantaranya tahun 2018 mewakili Kabupaten Halsel dalam ajang lomba debat bahasa inggris tinggkat provinsi, dan alhamdulillah dengan prestasi memuaskan dengan masuk 5 besar dari 12 sekolah di 10 Kab/Kota di Provinsi Maluku Utara, “jelasnya.
“Selain kompetensi siswa tahun 2018 berperstasi, prestasi juga diraih oleh saya sebagai Kepala Sekolah, dimana saya terpilih dalam program pertukaran kepala sekolah di Jakarta berjumlah 10 Kepala Sekolah mewakili Provinsi Maluku Utara, “imbuhnya.
Masih kata Ruslan, adapun program kedepan nantinya, ia akan menjadikan SMAN 21 Halsel sebagai sekolah berbasis IT. Sebab, semua guru wajib memiliki dan mampu mengoperasikan komputer. Sehingga dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM) diwajibkan menggunakan media pembelajaran berbasis komputer. Namun, untuk semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020, SMAN 21 Halsel, sudah menerapkan ujian semester berbasis komputer, dan tahun 2020 SMAN 21 Halsel siap menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).
Dibidang peningkatan guru, menurut Ruslan, tahun ini SMAN 21 Halsel dapat jatah guru CPNS 2 orang, yakni guru Matematika dan Bahasa Inggris. Untuk pemenuhan guru semua mata pelajaran (Mapel), SMAN 21 Halsel sudah memiliki guru tetap, kecuali Mapel Biologi, karena selama ini masih kontrak dari guru SMPN 16 Halsel. Kendati demikian, untuk mewujudkan sekolah berbasis komputerisasi, pihaknya masih terkendala dengan sarana listrik dan jaringan internet.
“Namun itu semua tidak menghalangi niat kami untuk lebih maju kedepan menuju era komputerisasi. Bahkan, capaian besar saya kedepan diantaranya lagi penggunaan rapor K13 dan penggunaan absen eletronik yang terkontrol dengan nomor kontak orang tua siswa. Sehingga para orang tua di rumah bisa mengetahui kondisi anaknya di sekolah. Karena Insya Allah tahun 2020, listrik PLN sudah normal 24 jam dan diikuti dengan jaringan Telepon dan Internet 24 Jam, “pungkasnya. (Adhy)





