TERNATE – Aksi demonstrasi Mahasiswa yang digelar secara serentak di depan Gedung DPRD Kota Ternate pada, Rabu (25/9) kemarin, telah diduga membuat salah satu Mahasiswa menjadi korban penembakan dengan peluruh gas air mata oleh orang yang tak dikenal.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa atas nama Sugiarto A. Hanafi (21) yang berstudi di salah satu perguruan tinggi yakni IAIN Ternate, Prodi PAI, Jurusan Tarbiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan yang berasal dari Desa Geti Baru, Kecamatan Bacan Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, kini sudah di rujuk ke Rumah Sakit Makasar, Kamis (26/7/2019)
Hal ini ditanggapi oleh Wakil Rektor III (Bidang Kemahasiswaan) Dr. Adnan Mahmud, saat ditemui oleh LenteraInspiratif.com diruang kantornya mengatakan, selaku bidang kemahasiswaan saya sudah menyampaikan kepada DEMA, baik DEMA Institut dan DEMA Fakultas yang akan menggerakan Mahasiswa dalam rangka merespon Revisi Undang-Undang bahwa kalau mau melakukan presur harus sasarannya jelas, “tandasnya.
“Selanjutnya, kalau mau turun dijalan di luar kampus harus menggunakan atribut kampus, terutama Jaz almamater. Sehingga ketika hal-hal dilakukan diluar ini bisa di kontrol atau kita lacak “ini adalah mahasiswa kita,” ungkapnya
Lanjut, Adnan bahwa hal itu saya sampaikan di Dema Institut dan Dema Fakultas yang melakukan aksi untuk memakai jaz almamater, bahkan saya menginstruksikan ada pengawalan tersendiri dan itu sudah dilakukan protak melalui arahan Dema Institut.
Menurutnya, kasus yang terjadi itu diluar dari kontrol dan kita tidak tau. Ternyata ada informasi bahwa ada korban dan yang bersangkutan mahasiswa IAIN Ternate sudah dibawah ke Rumah Sakit Umum.
Hal ini sangat kita sayangkan, kata Adnan, “dan saya sudah berkomunikasi dengan Pak Kapolres, malahan beliau lebih duluan datang untuk menemui korban di Rumah Sakit Umum, “Ungkap Adnan kepada LenteraInspiratif.
Adnan menambahkan bahwa Pak Kapolres tetap siap dan bersedia untuk bertanggungjawab secara penuh terkait dengan itu.
Adnan mengatakan, saya juga belum jelas melihat itu, tetapi informasi yang saya dapatkan bahwa korban memperoleh tembakan, tetapi kita belum bisa curiga. Yang jelas Pak Kapolres sementara melakukan penyelidikan terkait dengan hal tersebut, “terangnya.
Jadi, kita serahkan ke Pak Kapolres untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dengan insiden itu. Yang jelasnya bahwa ada niatan baik dari Pak Kapolres untuk menindak lanjuti, baik dari aspek medisnya maupun aspek hukumnya. Hal itu, yang kita apresiasi.
Untuk dari kampus, kita akan tetap melakukan monitoring dan mengecek terkait dengan kondisi korban yang bersangkutan, “pungkasnya.
Harapan kedepan khususnya kepada mahasiswa harus mengikuti instruksi yang disampaikan sebelum turun ke lapangan, sehingga hal-hal yang tidak kita inginkan itu tidak terjadi lagi karena kita tidak tau kondisi lapangan itu seperti apa. Oleh karena itu, selalu mendengarkan instruksi dari koordinator lapangan, itu yang penting. Agar tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan, “harapnya (Atir)





