Lentera Inspiratif, Mojokerto- Penjualan tiket kereta api menjelang Hari Raya Idulfitri 2026 menunjukkan peningkatan signifikan. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat ratusan ribu tiket telah terjual sejak masa penjualan Angkutan Lebaran dibuka.
Berdasarkan data per awal Februari 2026, lebih dari 655 ribu tiket untuk periode keberangkatan 11-24 Maret 2026 telah habis terjual. Hingga (9/2/26), total reservasi tiket reguler tercatat mendekati 800 ribu kursi. Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah seiring mendekatnya hari raya.
KAI membuka penjualan tiket sejak H-45 sebelum tanggal keberangkatan. Kebijakan ini diterapkan untuk mengurai kepadatan saat pembelian sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat merencanakan perjalanan lebih awal. Meski demikian, sejumlah rute favorit seperti Jakarta-Yogyakarta, Jakarta-Surabaya, dan Bandung-Solo tercatat memiliki tingkat okupansi tinggi dalam waktu singkat.
Berikut rincian jumlah pelanggan per tanggal keberangkatan sebagai berikut:
1. 13 Februari: 202.105 pelanggan (kapasitas 164.196 kursi)
2. 14 Februari: 216.863 pelanggan (kapasitas 163.974 kursi)
3. 15 Februari: 203.824 pelanggan (kapasitas 165.392 kursi)
4. 16 Februari: 190.349 pelanggan (kapasitas 166.104 kursi)
5. 17 Februari: 172.285 pelanggan (kapasitas 165.420 kursi)
Sebagai perbandingan, pada Angkutan Lebaran 2025, KAI menyediakan sekitar 3,4 juta kursi, dengan lebih dari 1,4 juta tiket terjual pada tahap awal penjualan. Tren peningkatan minat masyarakat menggunakan kereta api terus terjadi setiap tahun, didorong faktor kenyamanan, ketepatan waktu, dan efisiensi biaya perjalanan.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, KAI menyiapkan sejumlah langkah, antara lain penambahan perjalanan kereta api dan optimalisasi rangkaian. Upaya tersebut dilakukan guna memastikan kelancaran arus mudik serta menjaga keselamatan dan kenyamanan penumpang selama periode Angkutan Lebaran.
Dengan tingginya minat masyarakat, calon penumpang diimbau segera melakukan pemesanan tiket, khususnya untuk jadwal keberangkatan mendekati hari raya, guna menghindari kehabisan kursi.











