Lunturnya Budaya Dan Pergerseran Nilai Akibat Globalisasi - Lentera Inspiratif

HOME // Opini

 

Lunturnya Budaya Dan Pergerseran Nilai Akibat Globalisasi

  Jumat, 6 Oktober 2017



foto : ilustrasi
Penulis : Ismir Lina, Kader PC PMII Ternate
Halmahera Utara, Lentera Inspiratif.com
Semakin berkembangnya zaman dan semakin majunya teknologi,  maka semakin maju pula manusianya. Hal tersebut sudah tak dapat dipungkiri lagi oleh dampak yang telah diterima. Sebab, jika manusia tak mengikuti perkembangan zaman,  maka dirinya pun akan tertinggal. Dan ini merupakan sebuah realita yang tak bisa kita abaikan pada saat ini. Sebab, dengan lajunya perkembangan zaman yang diikuti dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, telah banyak merubah struktur sosial masyarakat. Hal ini, dampak dari derasnya arus ‘Globalisasi yang bisa mereduksi mentalitas sebuah bangsa yang tidak memiliki pendirian yang kokoh dalam mengkounter lajunya pengaruh modernisme. Sehingga, akan mencoba untuk menggeser atau mengancam tata nilai yang ada di bangsa ini. Karena, disisi lain masyarakat kita yang mudah terpengaruh oleh  gaya dan budaya bangsa lain. Dan ini merupakan suatu ancaman untuk bangsa ini, karena dengan mudah mengikuti budaya luar tanpa mengerti apa dan maksudnya. Hal inilah yang akan menjadikan kebobrokan bangsa ini, sebab akan merusak budaya bangsa serta adat istiadat yang ada.
Dengan kenyataan demikian, mengindikasikan bahwa pengaruh ‘Globalisasi yang sengaja diciptakan oleh Negara Adikuasa terhadap Negara-Negara lainnya,  terutama Negara Indonesia sangatlah menggurita. Akibatnya, kesadaran masyarakat pun telah dipasung dan dirubah menjadi kesadaran individualistik yang hanya mengejar materi, kedudukan dan popularitas. Sehingga hal ini telah mengabaikan nilai-nilai gotong-royong yang menjadi spirit dalam kehidupan kita bermasyarakat dan berbangsa.
Maluku Utara adalah salah satu contoh Provinsi yang terkena dampak dari pengaruh Globalisasi, dari sekian banyak Propinsi yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Provinsi ini telah di obrak-abrik tata nilainya dalam hal ini adalah kebudayaan Marimoi Ngone Futuru (mari bersatu supaya kita kuat) yang menjadi sumber inspirasi sekaligus sebagai sumber nilai yang memberikan pengajaran tentang kebersamaan, hormat-menghormati, tolong-menolong dan saling menghargai dalam konteks pengamalan etika sosial sebagai sebuah filosofis adat “Se Atorang Maloku Kie Raha”.
Ditambah lagi dengan fenomena yang sangat menyedihkan terkait Pemerintah Daerah Propinsi Maluku Utara yang hanya sibuk dengan pembangunan infrastruktur saja. Sehingga,  menghiraukan nilai-nilai kebudayaan yang menjadi ciri khas masyarakat ‘Maloku Kie Raha.Dan yang paling menyedihkan adalah Pemerintah Daerah telah banyak menghilangkan tempat-tempat yang bersejarah dengan dalih penataan atau penghijauan kota. Dan ini akan berakibat,  generasi saat ini tidak lagi mengetahui dan mempelajari nilai-nilai kebudayaan yang terkandung dalam Marimoi Ngone Futuru (mari bersatu supaya kita kuat) sebagai sublimasi dari etika sosial yang terkandung dalam falsafah adat Se Atorang Maloku Kie Raha.    
Lajunya arus globalisasi yang tidak dapat di kounter atau di filterisasi, menyebabkan tatanan kebudayaan kita menjadi rapuh. Akibatnya, terjadilah pergeseran nilai dalam tubuh masyarakat kita.Dan inilah yang menyebabkan lahirnya budaya westernisasi yang membentuk watak individualistik, oportunis dan apatis. Sehingga tidak ada lagi yang memiliki kepekaan terhadap kondisi ‘Sosial.
Oleh karena pergeseran nilai tersebut, maka terjadilah penyimpangan di sana-sini yang berdampak pada hilangnya identitas atau jati diri generasi bangsa. Dan menyebabkan terjadinya kesenjangan sosial dan lain sebagainya. Jika kita ingin bangsa ini kuat maka sejatinya kita memperlihatkan budaya kita kepada internasional. Tanpa menghilangkan adat istiadat yang ada di  daerah masing-masing dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan identitas suatu bangsa. (mir)
Kabiro Maluku Utara : Iksan Togol
Editor : Didit Siswantoro





 



Berkomentarlah yang bijak. Apa yang anda sampaikan di kolom komentar adalah tanggungjawab anda sendiri.



VIDEO TERKINI