Harga Telur Ayam di Pasuruan Terus Meroket Sejak 3 Hari Terakhir - Lentera Inspiratif

Jawa Timur / Peristiwa

Harga Telur Ayam di Pasuruan Terus Meroket Sejak 3 Hari Terakhir


Jumat, 19 Agustus 2022 - 13:34 WIB


Telur Ayam, Pasuruan, Harga Telur Ayam,

Lenterainspiratif.id | Pasuruan – Sejak tiga hari kemarin harga telur ayam di pasar rakyat Kota Pasuruan terus naik. Naiknya harga telur ini dikeluhkan oleh para konsumen sehingga para pedagang harus menyiasati dengan menjual kemasan isi empat butir.

 

Berdasarkan pantauan Lenterainspiratif.id bahwa di dua pasar yakni Pasar Kebonagung dan Pasar Besar, harga telur ayam ras tembus Rp 30 ribu per kilogramnya.

 

Sementara itu untuk harga telur ayam kampung Rp 52 per kilogram.

BACA JUGA :   Minibus Rombongan Guru Pasuruan Kecelakaan di Jateng, 5 Orang Tewas

 

“Harga telur naik mulai Rp 21 ribu per kilogram, lalu naik Rp 26 ribu, Rp 27 ribu, lalu tiga hari ini Rp 30 ribu,” kata petugas Pasar Besar, Septyan Dwi, Jumat (19/8/2022).

 

Salah satu konsumen Ny Yani mengatakan, sejak harga telur naik dia mengurangi konsumsi. Padahal telur adalah lauk yang ia konsumsi setiap hari.

 

BACA JUGA :   Minibus Rombongan Guru Pasuruan Kecelakaan di Jateng, 5 Orang Tewas

“Mahal sekali telur sekarang. Normalnya kan Rp 21 ribu per kg sampai Rp 24 ribu per kg,” keluh Yani.

 

Para pedagang menyiasati kenaikan harga telur dengan cara menjualnya dalam kemasan ukuran seperempat kilogram.

 

“Saya jual kemasan seperempatan. Harga Rp 8.000 ribu isi empat butir,” ujar Umi Kulsum, salah satu pedagang Pasar Kebonagung.

 

Umi Kulsum memperkirakan harga telur Rp 30 ribu per kg sudah mentok. Dan diperkirakan harga telur ayam akan berangsur turun.

BACA JUGA :   Minibus Rombongan Guru Pasuruan Kecelakaan di Jateng, 5 Orang Tewas

 

“Ini sudah mentok, sudah mahal banget. Kemungkinan akan turun, tapi bertahap,” jelasnya.

 

Kasi Pengawasan Barang dan Perlindungan Konsumen Disperindag Kota Pasuruan, Yanita Dwi Hartanti menyebut mahalnya harga telur karena produksi di tingkat peternak menurun. Hal itu karena cuaca tidak menentu.

 

“Tapi ketersediaan barang mencukupi, permintaan juga stabil,” jelas Yanita. (Suf)


Tag: , ,







 



Berkomentarlah yang bijak. Apa yang anda sampaikan di kolom komentar adalah tanggungjawab anda sendiri.



VIDEO TERKINI