LMND akan gelar aksi serentak 13 provinsi dan 23 kota - Lentera Inspiratif

Daerah / Politik

LMND akan gelar aksi serentak 13 provinsi dan 23 kota


Selasa, 10 Oktober 2017 - 11:23 WIB




Foto berdikari online: mahasiswa LMND 
Team lenterainspiratif.com
Keputusan Freeport-McMoran Copper and Gold Inc menolak skema divestasi 51 persen saham yang diajukan oleh pemerintah Indonesia menuai perlawanan.
Selasa (10/10/2017), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) akan menggelar aksi serentak di 13 Provinsi dan 23 Kota/Kabupaten untuk memprotes manuver perusahaan tambang asal Amerika Serikat tersebut.
“Ini merupakan upaya tekanan politik kepada Freeport agar berhenti bermanuver dan mendikte pemerintah Indonesia,” ujar Ketua Umum LMND, Indrayani Razak, dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (10/10/2017).
Menurut dia, kehadiran Freeport di Indonesia tidak lebih merupakan bentuk “balas budi” rezim Suharto atas andil Amerika Serikat dalam menggulingkan pemerintahan Sukarno.
Selain itu, lanjut dia, selama setengah abad kehadiran Freeport di Papu, manfaat ekonomis maupun sosial yang diterima bangsa Indonesia nyaris tidak ada.
“Hanya lubang besar bekas lahan pertambangan, kerusakan ekologi, kemiskinan, pelanggaran HAM, dan perampasan tanah adat yang dihasilkan Freeport di Papua,” jelasnya.
Kemudian, tambah Indah, demi mempertahankan maksimalisasi keuntungannya di Papua, Freeport tidak segan mengabaikan perintah Undang-Undang, mendikte pemerintah Indonesia, memaksakan keringanan pajak, dan terus memaksakan ekspor mineral berbentuk konsentrat.
Karena itu, dalam aksi yang digelar hari ini LMND akan mendesak pemerintah Indonesia untuk bertindak tegas terhadap Freeport Indonesia.
“Divestasi harus 51 persen, kemudian tidak ada lagi ekspor konsentrat. Freeport harus segera menyelesaikan pembangunan Smelter,” tegasnya.
Selain itu, LMND juga mendesak Pemerintahan Jokowi-JK konsisten menjalankan pasal 33 UUD 1945 dalam tata-kelola pertambangan, termasuk dalam urusan Freeport.
Sumber: berdikari online
Editor : siswanto









 



Berkomentarlah yang bijak. Apa yang anda sampaikan di kolom komentar adalah tanggungjawab anda sendiri.



VIDEO TERKINI