Waduk Tanjungan sebagai Penghidup Karang Taruna Desa - Lentera Inspiratif

Budaya / Daerah

Waduk Tanjungan sebagai Penghidup Karang Taruna Desa


Kamis, 15 Februari 2018 - 07:40 WIB




Foto: Salah satu spot foto di waduk Tanjungan

Mojokerto Lentera Inspiratif.com
Waduk tanjungan adalah wisata yang bisa dibilang wisata yang baru berkembang, karena melihat dari tampilan waduk ini dulunya hanya biasa-biasa saja, berbeda dengan sekarang yang berubah drastis , waduk tersebut berada  di Desa Tanjungan, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto. Dengan berubahnya waduk tanjungan ini menjadi berkah buat karang taruna desa Tanjungan. Karena dari uang parkir pengunjung itu masuk ke kas karang taruna desa Tanjungan.
Seperti yang diungkapkan oleh salah satu perwakilan dari karang taruna, Sutanto pada rabu  14/2/2018) “ iya, uang parkir dari pengunjung ini masuk ke kas karang taruna desa Tanjungan, karang taruna yang dibagi menjadi 3 dusun” Untuk Uang kas karang taruna dari hasil parkir ini kemuadian digunakan untuk kegiatan-kegiatan seperti, acara 17 Agustus, acara rapat kerja, dan acara karang taruna lainnya. “untuk uangnya dari parkir ini kami gunakan kegiatan 17 Agustus, Rapat kerja dan acara karang taruna lainnya”. Ucap pemuda ini.
Waduk ini baru sekitar 5 bulan yang lalu mulai diperindah lagi dengan tambahan-tambahan, seperti spot-spot foto, gasebo, dan kolam pemancingan. “tempat ini baru sekitar 5 bulan dirubah seperti ini, spot-spot foto itu saja baru kami pasang”. Ungkap Sutanto yang sedang menjaga parkiran.
Dalam pengembangan waduk ini karang taruna desa Tanjungan juga terlibat di dalamnya, seperti pembuatan spot-spot untuk foto, pengamanan, dan pemeliharaan pemasangan pernak-pernik sekitar Waduk Tanjungan ini. “kalo karang taruna disini diberi tugas untuk pemasangan spot-spot foto, pengamanan, pemeliharaan, dan pemasangan pernak-pernik”. Tambahnya.
Waduk tanjungan ini sebenarnya sudah dibangun pada waktu pemerintahan orde baru, Tahun 1981 dan diresmikan pada Tahun 1984. Luas area waduk tanjungan mencapai 40 Ha, 19 Ha merupakan waduk yang berbentuk seperti danau dan sisanya 21 Ha daerah hutan jati, milik masyarakat setempat. Dikutip dari (bppdkabmojokerto.com). 
Namun dikembangkan kembali pada 25 September 2010 oleh Unieversitas Surabaya (UBAYA) melalui program “IPTEK bagi wilayah”. Kemudian UBAYA menunjuk LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat) bekerjasama dengan Pemkab Mojokerto untuk mengembangkan potensi yang berada di wilayah utara Kabupaten Mojokerto. (Fron)









 



Berkomentarlah yang bijak. Apa yang anda sampaikan di kolom komentar adalah tanggungjawab anda sendiri.



VIDEO TERKINI