Kisah Tragis Ibu di Mojokerto Diduga Korban KDRT Sebelum Meninggal - Lentera Inspiratif

HOME // Jawa Timur // Peristiwa

 

Kisah Tragis Ibu di Mojokerto Diduga Korban KDRT Sebelum Meninggal

  Jumat, 24 Juni 2022

KDRT, Mojokerto,
Jenazah Sulangsih (43) diduga korban KDRT di Mojokerto

Lenterainspiratif.id | Mojokerto – Sulangsih (43) warga Desa Ngabar, Kecamatan Jetis, Mojokorto meninggal diduga jadi korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Korban diduga menerima penganiayaan dari Suaninya sejak pertengahan bulan April 2022.

Anak korban bernama Fajar membenarkan jika ibunya mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan ayah tirinya. Penganiayaan tersebut sudah terjadi sejak pasutri ini belum menikah.

“Sering dipukul dan ditendang,” ujarnya kepada wartawan pada, Kamis (23/6/2022).

Sementara itu, anggota lembaga swadaya masyarakat kecamatan jetis Titoyo mengatakan jika dirinya mendapat laporan dari masyarakat adanya indikasi penganiayaan atas kematian korban. Setelah mendapatkan informasi tersebut, Titoyo menggali informasi dengan mendekati korban yang membenarkan adanya dugaan penganiayaan tersebut.

“Tadi saya mau takziah ke korban, saat itu saya dapat informasi dari warga adanya dugaan penganiayaan. Setelah saya dekati keluarga korban mereka mengakui hal tersebut (penganiayaan),” ucap Titoyo kepada wartawan pada, Kamis (23/6/2022).

BACA JUGA :   Pemuda Tenggelam di Waduk Kalimati Leminggir Ditemukan Mengapung

Kecurigaan keluarga muncul saat korban yang saat itu sakit, dibawa SB ke paguyuban di Jabon untuk berobat. Namun saat dirawat ini, keluarga korban dilarang menjenguk sehingga memunculkan kecurigaan dari anak korban.

“Penganiayaan ini terjadi di pertengahan bulan puasa. Saat dirawat di Paguyuban Jabon ini keluarga korban dilarang menjenguk. Anehnya disitu,” ucap Titoyo.

Setelah 18 hari dirawat, salah satu anak korban berinisiatif untuk mengambil paksa Ibunya dan dirawat ke RSUD Nganjuk.
“3 hari setelah dirawat korba meninggal,” paparnya.

Dari penjelasan Titoyo, korban berulangkali mendapatkan penganiayaan dari Suaminya. Bentuk penganiayaan diantaranya penendangan hingga pemukulan.

“Bahkan suami sempat akan menculek mata korban dengan garbu,” jelas Titoyo.

Titoyo mengaku, dalam tubuh jenazah terdapat bekas luka dibagian dada, perut dan punggung yang diduga bekas penganiayaan. (Diy)






 



Berkomentarlah yang bijak. Apa yang anda sampaikan di kolom komentar adalah tanggungjawab anda sendiri.



VIDEO TERKINI