FGD Antisipasi Berkembangnya Intoleransi Pro Kekerasan Di Wilayah Malut, Begini Penekanan Kapolda - Lentera Inspiratif

HOME // Maluku Utara

 

FGD Antisipasi Berkembangnya Intoleransi Pro Kekerasan Di Wilayah Malut, Begini Penekanan Kapolda

  Selasa, 24 Mei 2022

Antisipasi intoleransi
FGD Antisipasi intoleransi

Lenterainspiratif.id | Ternate – Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Hotel Muara, Kelurahan Gamalama, Kota Ternate Tengah, pada Senin (23/05/22) kemarin, dengan tema “Antisipasi Berkembangnya Intoleransi Pro Kekerasan Di Wilayah Maluku Utara” yang dibuka langsung oleh Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol. Risyapudin Nursin.

Dalam sambutanya Kapolda Irjen Pol. Risyapudin Nursin, mengatakan keberagaman yang ada di Indonesia merupakan kekayaan dan keindahan yang dimiliki. Keberagaman tersebut menjadi suatu kekuatan untuk bisa mewujudkan persatuan dan kesatuan nasional menuju Indonesia yang lebih baik. Namun apabila tidak dikelola dengan baik akan menjadi masalah yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa, salah satunya adalah masalah intoleransi beragama.

Menurut Kapolda, menguatnya intoleransi agama dalam ruang-ruang sosial kehidupan bermasyarakat sehari-hari ditandai dengan menguatnya narasi-narasi negatif mengenai sentimen primordial keagamaan baik di media massa maupun media sosial.

BACA JUGA :   Relawan Iswan Hasjim Lakukan Penyemprotan

“Intoleransi berbasiskan isu agama ini dapat dilihat dalam kasus Tolikara 17 Juli tahun 2015, kasus Tanjung Balai 29 Juli tahun 2016, dan rangkaian demonstrasi terhadap Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) atas tuduhan penodaan agama pada tahun 2016. Ketiga peristiwa ini menunjukkan betapa mudahnya masyarakat Indonesia menjadi marah, melakukan aksi massa, dan bahkan melakukan perusakan untuk persoalan yang pada mulanya berskala kecil,” jelas Kapolda.

Kapolda bilang, intoleransi pro kekerasan salah satunya adalah akibat politisasi yang dimunculkan, karena adanya kekecewaan atas kebijakan yang berpihak.

“Menyikapi situasi kondisi saat ini, menjelang pelaksanaan pemilu 2024 tensi politik sudah mulai terjadi, problem terbesar yang menghantui relasi antar-umat beragama di Indonesia adalah menguatnya sentimen kecurigaan dan kebencian yang menjurus pada aksi intoleransi. Keterkaitan antara politik identitas dan sentimen keagamaan telah mulai memunculkan praktik intoleransi atas nama agama untuk moda kepentingan elektoral maju sebagai kepala daerah dengan melibatkan agama sebagai celah dari isu guna mencapai tujuannya,” ujar Irjen Pol Risyapudin.

BACA JUGA :   Pelabuhan ASDP Ferry Bastiong Terapkan Kawasan Wajib Masker

Berkaitan dengan permasalahan tersebut, lanjut Kapolda, dalam rangka mengantisipasi berkembangnya intoleransi pro kekerasan di wilayah provinsi Maluku Utara menjelang pelaksanaan pemilu tahun 2024, maka Baintelkam Polri melalui Dit. Intelkam Polda Maluku Utara melaksanakan FGD dengan mengundang narasumber yang berkompenten untuk memberikan wawasan kepada personel Intelkam Polda Malut dalam mengantisipasi terjadinya intoleransi pro kekerasan.

Irjen Pol. Risyapudin Nursin menekankan kepada para peserta FGD agar menyimak dan mencermati materi yang diberikan oleh narasumber guna menambah wawasan dan menjadikan sebagai referensi untuk mendukung pelaksanaan tugas di lapangan khususnya dalam mengantisipasi terjadinya masalah intoleransi.

“Jadikan FGD ini sebagai sarana diskusi interaktif yang positif bagi organisasi sekaligus langsung dapat implementatif di lapangan. Libatkan berbagai pihak untuk mencegah dan menangani masalah intoleransi di wilayah masing-masing,” tandasnya.

Kapolda Malut pun menghimbau selalu tingkatkan pengetahuan dan kemampuan personel intelkam dalam pelaksanaan tugas dan analisis terhadap produk-produk intelijen. Lakukan pemetaan sebagai bagian early warning dan early detection dan pahami peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan permasalahan tersebut. (TT).

BACA JUGA :   17 Pelaku Galian C, 11 Yang Mengantongi Izin Pemerataan Lahan





Berkomentarlah yang bijak. Apa yang anda sampaikan di kolom komentar adalah tanggungjawab anda sendiri.



VIDEO TERKINI