Dua Saksi Mahkota Dihadirkan di Sidang TPPU MKP - Lentera Inspiratif

HOME // Jawa Timur // Hukum

 

Dua Saksi Mahkota Dihadirkan di Sidang TPPU MKP

  Kamis, 19 Mei 2022

Sidang MKP, Saksi Mahkota,
Saksi dalam sidang TPPU MKP

lenterainspiratif.id | Surabaya – Dua saksi mahkota dihadirkan via Zoom dalam sidang lanjutan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan Gratifikasi dengan terdakwa Mustofa Kamal Pasa (MKP), Rabu (19/5/2022). Saksi mahkota merupakan saksi yang berasal atau diambil dari salah seorang tersangka atau Terdakwa lainnya yang bersama-sama melakukan perbuatan pidana.

Dua saksi mahkota ini dihadirkan dalam persidangan melalui daring. Saksi pertama yakni Eryk Armando Talla yang saat ini berada di Lapas Cibinong, Bogor, lantaran tersandung perkara gratifikasi mantan Bupati Malang Rendra Kresna.

Sementara saksi kedua yakni Zainal Abidin yang menghadiri persidangan secara online dari Lapas Surabaya karena menjalani hukuman pidana kasus Gratifikasi.

Eryk Armando Talla mengatakan, pada tahun 2015 dirinya pernah mendapatkan 6 paket pengerjaan proyek dari Pemkab Mojokerto. Ia juga mengaku untuk mendapatkan paket pengerjaan proyek ini, Eryk memberikan sejumlah uang ke Dinas PUPR.

BACA JUGA :   Jual Permen Rasa Sabu, Pria di Mojokerto Dibekuk Polisi

“Janjihya seanyak 8 paket (pengerjaan poyek) tapi yang dapat direalisakn hanya 6 paket,” ucapnya di PN Tipikor Surabaya, Rabi (18/5/2022).
Eryk memberikan fee proyek ini secara bertahap. Yang pertama sebanyak Rp 1,5 M dikirimkan Eryk ke rekening atas nama CV Musika. Selanjutnya, Eryk menyerahkan cek sebesar Rp 1 M dan uang tunai sebesar Rp 126 juta kepada staf CV Musika yakni Syamsul Arif.

Selain itu, karyawan PT Enfis Nusantara ini juga mengatakan jika dirinya juga memberikan uang Rp 750 juta ke salah satu staf PUPR di belakang parkir Dinas PUPR. Sementara kelengkapan pembayaran sebesar Rp 1 M diserahkan ke Peringgitan.
“Fee nya 12,5% untuk totalnya Rp 3,8 M. Setelah saya membayar uang tersebut ada progres pengerjaan,” ungkapnya.

Adapun yang mengerjakan 6 proyek ini, Eryk menggunakan PT Antigo Agung Pamenang, PT Satria Andalan Budi dan juga menyewa bendera.
“Saya hanya disuruh pak Hendra,” tukasnya

BACA JUGA :   Aliran Dana Gratifikasi MKP Mulai Terkuak, Kepala OPD Dan Camat Urunan Suksesi Pilwali Mojokerto

Sementara itu, Zainal Abidin mengatakan jika dirinya hanya mengetahui proyek yang dikerjakan Eryk dan Hendrawan hanya di Kemlagi.
“Kalau lainnya tidak tahu,” ucapnya.

Mantan Kadis PUPR ini juga membantah jika dirinya menerima uang dari Eryk.

Sementara itu Mustofa Kamal Pasa (MKP) mengatakan uang yang dibayarkan Eryk bukanlah fee proyek melainkan pembayaran hutang Hendrawan kepada CV Musika.

“Si Eryk tidak tau apa-apa, cuman itu (uang fee) hutang dari Hendra kepada CV Musika,” tuturnya.

Dalam sidang kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menghadirkan 12 saksi yang terdiri dari Pengusaha, Notaris dan Makelar tanah. (Diy)






 



Berkomentarlah yang bijak. Apa yang anda sampaikan di kolom komentar adalah tanggungjawab anda sendiri.



VIDEO TERKINI