Kisah Dibalik Monumen Buaya Putih Di Simpang Tiga Kedungsari

HOME // Budaya

 

Kisah Dibalik Monumen Buaya Putih Di Simpang Tiga Kedungsari

  Selasa, 25 Januari 2022

Buaya putih
Monumen Buaya Putih di simpang tiga Desa Kedungsari, Kemlagi, Mojokerto

Lenterainspiratif.id | MOJOKERTO – Monumen Buaya Putih yang berada di Simpang Tiga Dusun Kemiri, Desa Kedungsari, Kecamatan Kemlagi, Mojokerto, ternyata memiliki kisah menarik dibaliknya.

Bukan tanpa sebab, ternyata pembangunan monumen ini merupakan bentuk penghormatan para leluhur terhadap sosok yang sudah membantu para warga ketika terjadi malapetaka pada zaman lampau di sekitar.

Kepala Desa Kedungsari Suryadi menceritakan, Dalam sejarahnya wilayah ini dulunya bernama Kedungsoro yang terdapat penunggu bernama cik soro yang berupa buaya putih. Setelah tahun 1981, nama Kedungsoro di rubah menjadi wilayah yang lebih dikenal dengan nama kedungsari.

Tradisi dan kebudayaan yang terdapat dari zaman dahulu tetap di lestarikan dalam bentuk ruwat desa yang dilaksanakan setiap setahun sekali dengan mengadakan pagelaran wayang kulit dengan meminjam alat-alat gamelan dari sosok buaya putih.

“Namun pada suatu saat gamelan yang di pinjami oleh beliau di curi oleh orang yang tidak bertanggung jawab sehingga beliau tidak mau lagi meminjami alat gamelan tersebut” tambah Suryadi.

BACA JUGA :   Alun alun mojokerto pengentas pengangguran dan sarana wisata alternatif

Pembangunan Monumen Buaya Putih dilakukan sebagai penghormatan terhadap sosok tersebut yang menempati daerah tersebut dan membantu serta memberi perlindungan kepada warga desa Kedungsari dari malapetaka dan marabahaya.

Laman: 12






Berkomentarlah yang bijak. Apa yang anda sampaikan di kolom komentar adalah tanggungjawab anda sendiri.



VIDEO TERKINI