HOME // Gaya Hidup // Tips

 

Penyebab Asam Lambung Meningkat 

  Selasa, 12 Oktober 2021

asam lambung

lenterainspiratif.id | Tips Sehat – Penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah munculnya rasa terbakar di dada akibat asam lambung naik ke kerongkongan. Gejala penyakit asam lambung muncul minimal 2 kali dalam seminggu. Asam lambung juga bisa terjadi karena kebiasaan buruk yang dilakukan sehari-hari.

Asam lambung bisa disebabkan berbagai macam alasan, seperti cincin otot sfingter esofagus yang lemah, hernia hiatus (bagian lambung mencuat ke area dada melalui lubang diafragma), atau pola makan dan kebiasaan hidup sehari-hari yang tidak sehat.

Bagi Anda yang memiliki riwayat penyakit asam lambung, sebaiknya hindari pola hidup ini agar asam lambung tidak kambuh.

1. Makan terlalu banyak

Makan terlalu banyak bisa membuat asam lambung anda kambuh. hal ini karena makan terlalu banyak, bisa memberi tekanan pada sfingter esofagus bagian bawah (LES).

Melansir Gastroconsa, 20 Desember 2019, LES adalah otot yang membuka dan menutup dalam organ tubuh, yang berfungsi menurunkan ke perut.

Ketika seseorang terlalu banyak makan, maka tekanan pada perut bisa membuat LES terbuka, dan memungkinkan isi perut bocor kembali ke kerongkongan.

BACA JUGA :   Penderita Asam Lambung Yang Berpuasa Wajib Baca Aturan Ini

Asam lambung yang bocor inilah yang menyebabkan perut terasa mulas.

2. Berbaring setelah makan
Ketika perut kita kenyang, kebanyakan membuat kita mengantuk. Namun, tidur setelah makan bisa menyebabkan naiknya asam lambung. Apalagi setelah mengonsumsi makanan berlemak.

Berbaring berarti tubuh akan kehilangan manfaat gravitasi untuk membantu menjaga cairan di dalam lambung. Maka, GERD bisa naik melalui LES ketika seseorang berbaring setelah makan.

Apabila ada kondisi yang memaksa sesorang harus berbaring bahkan setelah makan, maka coba berbaring miring ke kiri atau meninggikan tubuh bagian atas.

Hal ini dilakukan agar bisa membantu menjaga cairan dan isi dalam perut tetap pada tempatnya.

3. Makan larut malam
Makan terlalu malam atau berdekatan dengan jam tidur juga bisa menaikkan asam lambung.

Seperti disebutkan pada poin sebelumnya, tidur atau berbaring tak lama setelah makan bisa meningkatkan risiko GERD.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyarankan sebaiknya hindari makanan berat atau pedas 3 jam sebelum waktu tidur.

BACA JUGA :   Hubungan Seks Makin Hot Jika Kita Makan Makanan Ini

4. Stres
Rutinitas sehari-hari, seperti bekerja, sekolah, mengasuh anak, menonton televisi seharian, sewaktu-waktu bisa memicu stres.

Melansir Roswllness, 3 Juli 2020, stres meningkatkan produksi hormon kortisol, hormon yang juga bisa mempengaruhi sistem pencernaan.

Akibatnya, seseorang yang mengalami stres bisa memicu GERD.

5. Minum terlalu banyak saat makan
Minum air dalam jumlah yang cukup memang baik bagi tubuh. Akan tetapi, hati-hati jika minum terlalu banyak saat makan.

Minum terlalu banyak selama makan bisa mengencerkan asam lambung yang dibutuhkan untuk pencernaan. Pastikan Anda meminum air dalam jumlah cukup.

Minum cukup air, tidak kurang dan tidak lebih, bisa membantu menerna makanan.

6. Terlalu banyak konsumsi karbohidrat

Karbohidar merupakan makronutrien yang penting bagi tubuh karena dapat menghasilkan energi dalam jumlah besar.

Kendati demikian, mengkonsumsi terlalu banyak karbohidrat bisa memicu GERD, terutama jika tidak diimbangi dengan nutrisi lainnya. Misalnya, kebiasaan makan mi dengan nasi, perkedel kentang dengan nasi, bubur ketan dengan roti.

BACA JUGA :   Suami Tante Ernie Sempat Ngamuk Karena Sang Istri ditarif Rp25 juta

Makanan yang mengandung banyak karbohidrat, sama seperti gula, akan menyebabkan gas dalam tubuh, dan mengakibatkan kembung.

7. Mengkonsumsi pengganti gula
Hati-hati dengan makanan instan yang memberi label “bebas gula”.

Meski bebas gula juga akan menimbulkan reaksi gas di sistem pencernaan.

Alkohol gula, seperti xylitol, sorbitol, dan manitol adalah pemanis rendah kalori yang digunakan untuk membuat makanan bebas gula tertentu.

Meskipun rendah kalori, tetapi kandungan ini tetap memiliki beberapa efek samping dari gula. Kandungan ini cenderung menimbulkan gas dan gejala usus lainnya karena tubuh tidak bisa dengan mudah menyerapnya.

8. Minum minuman bersoda
Minuman bersoda kerap jadi sajian pelepas dahaga favorit.

Gelembung soda yang mendesis karena dengan karbon dioksida kerap membuat peminumnya bersendawa.

Penting dicatat, setiap gas yang Anda sendawakan akan berakhir di usus dan menyebabkan kembung.

Seperti soda, bir berkarbonasi tetapi juga mengandung karbohidrat yang dapat difermentasi dari biji-bijian yang digunakan untuk menyeduhnya.

Kedua jenis minuman ini bisa berpotensi menaikkan asam lambung Anda.

 






Berkomentarlah yang bijak. Apa yang anda sampaikan di kolom komentar adalah tanggungjawab anda sendiri.



VIDEO TERKINI