HOME // Pendidikan

 

Kasus Jual Beli Buku LKS Oleh Oknum Dewan Mulai Merembet Ke Kasek SDN Pohkecik

  Sabtu, 3 Juli 2021

Jadi Korban Jual Beli LKS, Ketua LBH Barracuda Akan Laporkan Dewan Hanura Ke Kejaksaan Hingga Polda Jatim
Hadi Purwanto menunjukan Buku LKS yang tak ber ISBN

lenterainspiratif.id | Mojokerto – Polemik perdagangan buku pelajaran untuk siswa SD terbitan CV Dewi Pustaka dengan merk dagang “New Fokus” di SDN Pohkecik pada Semester Ganjil Tahun Ajaran 2020/2021 semakin berbuntut panjang.

CV. Dewi Pustaka adalah perusahaan milik Akhiyat anggota DPRD Kabupaten Mojokerto Komisi IV yang salah satu tugas dan wewenangnya mengurusi bidang pendidikan. Sementara perusahaan CV. Dewi Pustaka sendiri beralamatkan di Desa Ketemas Dungus Kecamatan Puri kabupaten Mojokerto.

Ramai diberitakan sebelumnya bahwa Akhiyat selaku Bos CV Dewi Pustaka dan beberapa pihak, telah dilaporkan salah satu wali murid SDN Pohkecik bernama Hadi Purwanto, ST. ke Polres Kabupaten Mojokerto terkait dugaan tindak pidana dalam penerbitan dan perdagangan berbagai buku pelajaran SD. Buku-buku tersebut antara lain Buku Penjasorkes Kelas 4, Kelas 5, Kelas 6; Buku Bahasa Jawa Kelas 4, Kelas 5, Kelas 6; Buku Bahasa Inggris Kelas 4, Kelas 5, Kelas 6 dan Buku Matematika Kelas 6.

BACA JUGA :   Seminar Nasional, Pendidikan Anak Usia Dini Oleh Universitas Khairun Ternate

Selain itu Akhiyat juga dilaporkan oleh wali murid ini ke Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto terkait dugaan pelanggaran kode etik. “Memang benar Bos CV Dewi Pustaka dan beberapa pihak yang terlibat telah saya laporkan ke Polres Mojokerto sejak bulan Februari kemarin. Saya juga menunggu jadual sidang kehormatan di Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Mojokerto. Saya tidak terima anak saya dijadikan objek perdagangan buku-buku pelajaran yang tidak bisa dipertanggungjawabkan keabsahannya. Ini menyangkut moralitas anak bangsa. Saya akan terus menuntut keadilan dan kepastian hukum terhadap permasalahan ini,” Tutur Hadi saat memberikan klarifikasi dikediamannya, Sabtu (3/7).

Laman: 123456






Berkomentarlah yang bijak. Apa yang anda sampaikan di kolom komentar adalah tanggungjawab anda sendiri.




VIDEO TERKINI