HOME // Jawa Timur // Kriminal

 

Begini Peran Tersangka Baru Kasus Korupsi Pupuk Bersubsidi di Jombang

  Kamis, 24 Juni 2021

Begini Peran Tersangka Baru Kasus Korupsi Pupuk Bersubsidi di Jombang

Lenterainspiratif.id | Jombang – Kejari Jombang berhasil ungkap satu tersangka baru soal kasus korupsi penyaluran pupuk bersubsidi tahun 2019. Tersangka disebut terlibat dalam manipulasi data sehingga negara mengalami kerugian sebesar Rp 540 juta.

Kepala Kejari Kabupaten Jombang Imran mengatakan, bahwa tersangka baru tersebut adalah KS (50) ia merupakan Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Mojoagung.

Sebelumnya status tersangka lebih dulu ditetapkan kepada Solahuddin (55), Pengurus Koperasi Unit Desa (KUD) Sumber Rejeki di Desa Kauman, Kecamatan Mojoagung. Status tersangka sebenarnya sudah ditetapkan sejak 4 bulan lalu. Kini Solahuddin ditahan di Lapas Kelas IIB Jombang.

“Penahanan kami dulukan satu orang yang lebih awal kami tetapkan sebagai tersangka (Solahuddin). (Penahanan KS?) Pasti kami selesaikan,” kata Imran kepada wartawan di kantornya, Jalan KH Wahid Hasyim, Rabu (23/6/2021).

Kasipidsus Kejari Jombang Muhamad Salahuddin menyebut bahwa KS atau Kusaeri telah bekerjasama dengan Solahuddin untuk memanipulasi data Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) petani terhadap pupuk bersubsidi tahun 2019.

BACA JUGA :   Simpan pil koplo dalam sumur seorang pemuda di ringkus petugas

Penyaluran pupuk yang dikelola Solahuddin diketahui diketahui telah melebihi jumlah yang telah ditentukan oleh Kementerian Pertanian (Kementan). Pupuk bersubsidi tidak tersisa setelah dibagikan seluruhnya ke para petani.

“Untuk bisa dapat pupuk bersubsidi, petani harus mempunyai lahan tidak lebih dari 2 hektare. Namun, para petani tebu rata-rata lahannya lebih dari 2 hektare. PPL menyarankan pemilik kios untuk menyiasati diatasnamakan keluarganya, adiknya, keponakan supaya dapat jatah pupuk bersubsidi. Setelah itu, data diserahkan ke PPL untuk diinput ke data RDKK,” terangnya.

Laman: 12






Berkomentarlah yang bijak. Apa yang anda sampaikan di kolom komentar adalah tanggungjawab anda sendiri.




VIDEO TERKINI