HOME // Hukum // Jawa Timur // Kriminal

 

Jual Regulator Elpiji Tak SNI Produsen Regulator di Surabaya Diamankan Polisi

  Selasa, 6 April 2021

Jual Regulator Tak SNI Produsen Regulator di Surabaya Diamankan Polisi
petugas menunjukan Regulator Tak SNI

lenterainspiratif.id | Surabaya – Salah satu produsen regulator tidak berstandar SNI di Surabaya diamankan polisi. Sebanyak 34.913 ribu regulator di sita dan pimpinan perusahaan ditetapkan sebagai tersangka.

Puluhan ribu regulator elpiji yang diamankan itu disita dari 5 distributor yakni PT Jaya Gembira, PT Paracom, CV Satelit, CV Utama dan CV Adma Totalindo. Serta satu produsen yakni PT Cipta Orion Metal.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko mengatakan, kasus ini pertama kali diketahui melalui pemberitaan media. Dalam berita tersebut Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tata Tertib Niaga Kementerian Perdagangan melakukan pemusnahan regulator elpiji.

Bermula dari situ kemudian polisi melanjutkan penyelidikan ke salah satu distributor di kawasan Margomulyo Indah dan pergudangan Mutiara, Surabaya. Dari tempat itu kemudian polisi menyita regulator merek Starcam dan Com/Destec.

“Sekitar bulan Januari 2020 Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tata Tertib Niaga Kementerian Perdagangan melakukan ungkap kasus terkait pemusnahan regulator LPG bertekanan rendah dengan merek Starcam dan Com/Destec yang tidak memenuhi syarat mutu SNI,” kata Gatot kepada wartawan saat jumpa pers di Mapolda Jatim, Senin (5/4/2021).

BACA JUGA :   Aksi Damai Arek Suroboyo Tolak FPI Berujung Adu Jotos

“Selain itu, anggota juga melakukan pengecekan di salah satu distributor yang ada di wilayah Jawa Timur,” imbuhnya.

Menurut Gatot, regulator yang tidak memenuhi syarat atau SNI ini sangat berbahaya saat digunakan oleh masyarakat.

“Peralatan regulator ini sangat berbahaya jika dipergunakan oleh konsumen atau masyatakat. Itu sesuai dengan hasil pemeriksaan yang dilakukan Balai Besar Bahan dan Barang Teknik dan di Balai Besar Logam dan Mesin,” jelas Gatot.

Atas tindakan itu, kini tersangka sekaligus pimpinan PT Cipta Orion Metal dijerat dengan Pasal 113 UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan dan Pasal 66 UU Nomor: 20 Tahun 2014 tentang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian. Adapun ancaman hukumannya yakni 5 tahun pidana penjara. ( fi )

<< Kembali | Selanjutnya >>






Berkomentarlah yang bijak. Apa yang anda sampaikan di kolom komentar adalah tanggungjawab anda sendiri.




VIDEO TERKINI