HOME // Jawa Timur // Peristiwa

 

Buat Jalan Rusak Warga Blokir Akses Tambang Galian C

  Rabu, 31 Maret 2021

Buat Jalan Rusak Warga Blokir Akses Tambang Galian C
warga berada di rumah kepala desa

lenterainspiratif.id | Mojokerto – Ratusan warga Dusun Seketi Desa Jatidukuh Kecamatan Gondang memblokir jalan poros desa yang rusak pada Selasa (30/3/2021) malam. Warga kesal lantaran aktivitas galian C yang berada di Dusun Pulorejo Desa Bening Kecamatan Gondang mengakibatkan jalan desa rusak akibat dampak truk-truk galian C yang keluar masuk desa membawa hasil tambang.

Kejadian bermula dari acara istighosa warga Seketi untuk berdoa bersama agar aktivitas tambang yang ada di wilayah Dusun Pulorejo berhenti. Lantas, setelah melakukan istighosa, warga menutup jalan yang sering digunakan truk bermuatan batu melintas.

“Aksi itu spontanitas wujud kekesalan warga akan aktivitas tambang yang merusak jalan,” kata salah satu warga sekitar.

Sebenarnya, sebelum melakukan pemblokiran jalan, warga sempat mendatangi rumah kepala Desa Jatidukuh untuk menanyakan kejelasan akitivitas tambang.

“Setelah istighosa warga menggruduk rumah kepala desa, namun kepala desa menyuruh untuk menutup jalan yang digunakan truk untuk melintas,” ujar salah sayu warga yang enggan disebutkan namanya.

BACA JUGA :   Hutan Kemlagi Terbakar, Ini Langkah BPBD

Setelah menyuruh warga memblokir jalan, namun saat warga memblokir jalan, Kepala Desa tidak ikut serta. Hal itu yang disesalkan warga.

“Kades memang menyuruh menutup jalan, tapi beliaunya tidak mengawal warga ” ucap warga tersebut.

Sebelumnya, Kepala Desa Jatidukuh sempat mengecam keras adanya Galian C di wilayah tetangga desanya itu, karena telah merusak akses jalan warga desanya.

“Saya sangat tidak setuju kalau truk muatan galian C melewati akses jalan warga Dusun Seketi, sekarang sudah rusak parah, dan wajib dibenahi dulu,” kata Kepala Desa Jatidukuh, Jaenal Arifin.

Jaenal juga membenarkan bahwa Galian C tersebut tidak memiliki ijin resmi.

“Tidak ada izin cuman ada SIUP jadi itu tidak diperbolehkan, harusnya ada Ijin Usaha Pertambangan (IUP),” pungkasnya. ( roe)

<< Kembali | Selanjutnya >>






Berkomentarlah yang bijak. Apa yang anda sampaikan di kolom komentar adalah tanggungjawab anda sendiri.




VIDEO TERKINI