HOME // Budaya // Daerah // Jawa Timur

 

Sejarah Stasiun Jombang Kota Hingga Jadi Pasar Tradisional

  Selasa, 9 Februari 2021

Sejarah Stasiun Jombang Kota Hingga Jadi Pasar Tradisional
Stasiun Jombang Kota (lama), Jalan Seroja, Jombang Kota (Mochammad Teguh Yoga Pratama/lenterainspiratif)

lenterainspiratif.id | Jombang – Stasiun Jombang Kota (JGK) merupakan stasiun kereta api nonaktif kelas 2 yang terletak di Jalan Seroja, Jombang. bukti yang menunjukkan bahwa benda ini adalah bekas stasiun dapat dilihat dari papan aset milik PT KAI dan juga Tulisan Jombang Kota +37 dibagian atas bangunan.

Jombang Kota merupakan nama stasiun ini di masa lalu atau biasa disebut (JGK). Tertulis simbol +37 yang berati stasiun ini berada 37 meter diatas permukaan laut.

Stasiun ini berada dalam wilayah aset VII Madiun. Sejarah pembangunan jalur ini berawal dari berdirinya Babat-Djombang Stroomtram Maatschappij (BDSM). BDSM mendapat izin dari pemerintah kolonial Hindia Belanda dan dicatat dalam Besluit pada tanggal 14 Mei 1896. Dan berlanjut Besluit kedua tanggal 12 Maret 1898.

Stasiun ini diselesaikan bersamaan dengan selesainya segmen Jombang-Jombang Kota pada tanggal 1 Januari 1898 dan dilanjut menuju pada tanggal 16 Agustus 1899. Mulanya, jalur kereta apinya juga memiliki percabangan pendek sejauh 800 meter menuju pasar Kota Jombang, yang dioperasikan oleh Kediri Stroomtram Maatschappij.

BACA JUGA :   Video, Kain Kafan Ibu Muda Yang Makamnya di Bongkar Akhirnya Ditemukan

sejak tanggal 1 Desember 1916, karena utang BDSM yang membengkak, Straatspoorwegen mengakuisisi BDSM, menyusul 1 November 1918 mengakuisisi jalur KSM Jombang-Jombang Kota. Stasiun dan jalur ini ditutup total pada tahun 1980 karena struktur bangunan yang sudah sangat tua dan jalurnya yang melintang dijalanan kota yang semakin padat penduduk, serta berkurangnya penumpang karena kalah bersaing dengan kendaraan lain.

Bekas jalurnya sampai saat ini masih bisa dirasakan di sepanjang Jalan K.H. Wachid Hasyim disebelah sisi kiri aspal jalan yang cekung. Karena rel tidak dibongkar terlebih dahuluh sebelum diaspal.

Stasiun ini kini tidak terpakai lagi dan beralih fungsi menjadi perluasan dari pasar tradisional yang ramai dan disepanjang jalurnya sudah berdiri kios-kios dan toko yang ramai. ( Mochammad Teguh Yoga Pratama )

<< Kembali | Selanjutnya >>






Berkomentarlah yang bijak. Apa yang anda sampaikan di kolom komentar adalah tanggungjawab anda sendiri.




VIDEO TERKINI