HOME // Budaya // Jawa Timur

 

Setia Hati Tunas Muda Winongo Penerus Pencak Silat Joyo Gendilo

  Senin, 21 Desember 2020

Setia Hati Tunas Muda Winongo Penerus Pencak silat Joyo Gendilo
Ilustrasi

Lenterainspiratif.id | Persaudaraan Setia-Hati disingkat S-H didirikan pada tahun 1903 bernama persaudaraan Sedulur Tunggal Kecer dikampung Tambak Gringsing-Surabaya oleh almarhum Ki Ngabehi Soerodwirjo dengan nama kecilnya Masdan. Saat itu nama permainan seni pencak silatnya adalah Joyo Gendilo dan hanya dengan 8 murid didahului oleh 2 saudara yaitu Noto/ Gunadi (adik kandung Ki Ngabehi Soerodwirjo) dan Kenevel Belanda.


Pada tahun 1915 pencak silatnya berubah menjadi Joyo Gendilo Cipto Mulyo dan mendapat hati di kalangan masyarakat pada tahun 1917 usai melakukan demonstrasi pencak silat terbuka di alun2 kota Madiun dan menjadi populer di masyarakat karena memiliki gerakan unik penuh seni dan bertenaga.

Karena dianggap terlalu sombong dengan nama Joyo Gendilo Cipto Mulyo maka Pada tahun 1917 inilah oleh Ki Ngabehi Soerodwirjo diganti nama menjadi Persaudaraan Setia Hati

Pada tanggal 10 Nov 1944 Ki Ngabehi Soerodwirjo wafat dimakamkan di makam desa Winongo,Madiun. Ibu Soerodwirjo (ibu Surijati) wafat pada tanggal 6 April 1969 di makamkan di Winongo juga.

Tujuan dari Persaudaraan Setia Hati adalah Bela negara, mengolah raga dan batin untuk mencapai keluhuran budi guna mendapatkan kesempurnaan hidup, kebahagiaan dan kesejahteraan lahir dan batin di dunia dan akhirat, dengan jalan Pencak Silat sebagai olahraga atas dasar jiwa yang sehat terdapat pada tubuh yang sehat pula, yaitu dengan meninggalkan semua yang menjadi larangan Allah dan melaksanakan semua perintah-perintahNya yang saat ini sering disebut ( mens sana in corpore sano – amar ma’ruf nahi munkar).

BACA JUGA :   Setia Hati Winongo Mojokerto Programkan Jum'at Berkah Dengan Berbagi Kepada Warga Terdampak Covid 19

SH mengenal falsafah kesosialan tanpa batas dari hindu yang berbunyi Tat Twam Asi yang artinya adalah ia adalah kamu serta falsafah Jawa Kembang Tepus Kaki yang berarti yen dijiwit kroso loro ojo njiwit liyan (kalau dicubit terasa sakit jangan mencubit orang lain).

Jelaslah bahwa ajaran ini ajaran yang mulia edi peni dan adi luhung. Oleh karena itu tidak mengherankan bagi kita bahwa segala bangsa dan semua agama dapat menerimanya, khususnya bangsa Indonesia.

Sejak tahun 1964, SH mengalami kemunduran, tidak begitu aktif, hal ini tidak lain disebabkan keadaan juga, sebagian besar saudara SH sudah banyak yg lanjut usia, ditambah lagi dengan semakin kurangnya penerimaan saudara baru. Banyak saudara SH yang sudah sepuh satu persatu meninggal dunia, sedangkan yang masuk menjadi saudara SH dapat dikatakan hampir tidak ada. Kalau keadaan yg demikian dibiarkan terus-menerus maka SH lambat laun akan mengalami kepunahan.

BACA JUGA :   Vidio Seleksi Atlit, Setia Hati Winongo (PSHW) Pusat Madiun Cabang Mojokerto

Untuk menghindari hal tersebut serta untuk melestarikan ajaran yang edi peni dan adi luhung tersebut, maka pada 15 Oktaber 1965 bapak Soewarno merasa terpanggil untuk bergerak (mengaktifier) kegiatan kegiatan SH dengan serentak. Gerakan ini mendapat perhatian yang besar dari para pemuda dan dukungan yang kuat dari masyarakat, yang akhirnya berdaya guna untuk membantu HANKAM serta ikut Memayu Hayuning Bawono, membantu negara/ pemerintah dalam bidang ketertiban dan keamanan.

Dengan meningkatkan latihan jasmani (pencak) dan latihan rohani, maka dapat diharapkan pemuda kita sebagai generasi penerus akan menjadi kader bangsa yang militan yang sangat berguna bagi kepentingan bangsa dan negara.

Kepada para Tunas Muda SH diajarkan pelajaran pencak silat yang berasal dari para pendekar terkenal (sembilan orang pendekar) dan yang terakhir dari bapak Ki Ngabehi Soerodwirjo, saudara tertua dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo.Dengan metode ini maka seluruh pelajaran dengan mudah diserap oleh para Tunas-Tunas Muda yang dapat berhasil dengan sukses.

BACA JUGA :   Setia Hati Winongo Mojokerto Programkan Jum'at Berkah Dengan Berbagi Kepada Warga Terdampak Covid 19

Dalam penerimaan SH Tunas Muda harus dilakukan pengesahan terlebih, dengan di sahkan seseorang akan resmi menjadi warga. Karena ilmu-ilmu SH hanya boleh diketahui oleh warganya dan dilarang mengajarkanya kepada yang bukan warga. Untuk pelajaran tingkat lanjut baik itu akan diikuti atau tidak oleh seorang warga, itu merupakan kesadaran dari warga tersebut karena dalam SH tidak ada paksaan.

Persaudaraan Setia Hati Tunas Muda Winongo selain di Madiun tidak pernah membuka perguruanya dimanapun seperti perguruan silat yang lain, jika ada itu hanyalah sebagai tempat berlatih dan silaturahmi saja. Seluruh saudara baru Persaudaraan Setia Hati Tunas Muda Winongo baik dari Madiun, luar Madiun bahkan Mancanegara untuk menjadi saudara harus datang dan dikecer di Madiun, Jawa Timur. Hal ini untuk menjaga kemurnian aliran S-H mereka dan itulah yang menjadikan persaudaraan dalam perguruan ini sangat indah. ( tim / diambil berbagai sumber )

<< Kembali | Selanjutnya >>






Berkomentarlah yang bijak. Apa yang anda sampaikan di kolom komentar adalah tanggungjawab anda sendiri.



VIDEO TERKINI