Butuh Kesadaran, Karena Sampah Menjadi Persoalan Yang Serius - Lentera Inspiratif

HOME // Daerah

 

Butuh Kesadaran, Karena Sampah Menjadi Persoalan Yang Serius

  Jumat, 8 Desember 2017

foto : walikota ternate bersama pengurus fatayat nu, usai gelar launching pelayanan kesehatan

Jurnalis : Sarif Umra

Ternate, Lentera Inspiratif.com
Masalah sampah tidak pernah usai di perbincangkan. Karena kesadaran yang masih sangat kurang untuk pelajar, mahasiswa sampai masyarakat secara umum terlihat jelas dengan sampah yang berserakan di kantor-kantor sampai di lingkungan pendidikan. Padahal, pemerintah sudah menyediakan tempat  sampah, agar kalau membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

Hi. Burhan Abdurahman SH. MM selaku walikota Ternate kepada Lentera Inspiratif.com,  (08/12/2017), saat menghadiri kegiatan Launching Fatayat NU di Eemerald Hotel yang berada di Kelurahan Santiong, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, Maluku Utara mengatakan, pemerintah melalui Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Ternate, menyurat ke semua sekolah di Kota Ternate agar menerapkan program bak sampah di semua sekolah baik sekolah Negeri maupun Swasta. Karena, bisa saja sampah bisa di daur ulang yang dilakukan di mini Expo, berada di Kecamatan Ternate selatan, Kota Ternate, Maluku Utara. "Mini Expo saya saksikan sendiri (red: walikota), hal tersebut harus menjadi contoh bagi sekolah lain, "ungkapnya

BACA JUGA :   Menuju New Normal, Kapolda Maluku Himbau Masyarakat Beradaptasi Dengan Covid 19

Lanjut Burhan, di instansi pemerintahan harus lebih mengedepankan masalah kebersihan, dan memperbanyak petugas kebersihan serta menekan bahwa pagi sudah harus bersih. Agar pelayanan kepada masyarakat lebih nyaman dan bersih. "Instansi pemerintahan khususnya, harus lebih memfokuskan masalah kebersihan dengan cara menyediakan bak sampah. Agar mempermudah  orang yang mau membung sampah." tandasnya

Laman: 12






Berkomentarlah yang bijak. Apa yang anda sampaikan di kolom komentar adalah tanggungjawab anda sendiri.



VIDEO TERKINI